Berita

Pameran Buku 2017

KAJENPameran Buku dan Arsip serta Jambore Perpustakaan Kabupaten Pekalongan berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen dan resmi dibuka, Senin (21/8). Pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi.

“Acara ini juga diramaikan oleh Jambore Pengelola Perpustakaan yang diikuti oleh lebih kurang 125 peserta perwakilan dari unsur pengelola Perpusdes, TBM, Ikatan Pustakawan SD, pengelola perpustakaan SD/ SMP/ SMA/ Perguruan Tinggi dan Rumah Ibadah se-Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan dan berharap mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

“Ayo kita gerakkan lagi minat baca, karena buku adalah jendela ilmu, Ayo kita berikhtiar bareng agar Kab. Pekalongan menjadi Kabupaten yang minat bacanya bagus, kearsipannya juga bagus,” pintanya.

Asip juga menyatakan akan mendorong seluruh desa di berjumlah 273 desa untuk wajib mempunyai perpustakaan. Adapun nantinya perpustakaan desa tersebut akan terus direvitalisasi agar menjadi perpustakaan yang bagus, ‘ojo waton ono, tapi harus bagus’.

Sekarang tidak ada lagi alasan keterbatasan dana untuk membuat perpustakaan desa, karena desa bisa menggunakan ADD. Diakui karena minat baca masyarakat harus didorong dengan inovasi, karena jika seluruh perpustakaan di desa didorong untuk maju maka saya yakin minat baca nasional yang saat ini berada di level bawah akan semakin meningkat.

“Dengan hadirnya perpustakaan desa, saya berharap minat baca masyarakat akan timbul, itu yang paling penting bagi saya.”

Kadin Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, M Asrofi juga mengapresiasi kegiatan hari itu, karena menurutnya arsip itu sangat penting sebagai bukti otentik suatu peristiwa atau lembaga. Karena saat ini Jateng telah memiliki digital Library atau Perpustakaan Digital yang baru saja di launching oleh Gubernur Jateng – Ganjar Pranowo, 18 Juli 2017 lalu.

Keberadaan Digital Library tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, karena dengan fasilitas tersebut masyarakat dapat kapan saja dan dimana saja membaca buku, hanya dengan mengunduh aplikasi dan mengaktifkannya melalului smartphone/ gadget dan komputer yang mereka miliki.

“Masyarakat yang ingin membaca buku, sekarang tidak harus ke perpustakaan, tapi cukup membaca lewat HP atau komputernya dimana saja dan kapan saja,” imbuhnya.

Pada acara tersebut diserahkan pula penghargaan kepada para pengunjung perpustakaan daerah teraktif tahun 2017, yaitu kepada Bambang Ermayani (PNS), Tatang Suwardi (umum), Junaedi (SD Muhammadiyah Tanjung Sari), M Bahrul Abid dan M Athoilah (SMA 1 Kedungwuni) serta Yumaroh (IAIN Pekalongan). Dalam kesempatan itu, ratusan pelajar sudah memadati lokasi pameran sebelum pameran secara resmi dibuka oleh Bupati dan Ibu Munafah Asip Kholbihi dengan ditandai pemotongan rangkaian bunga serta pelepasan balon ke udara.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close