Berita

Pengelola Arsip OPD Merupakan Ujung Tombak Tertib Arsip Dinamis

Pengelola arsip OPD merupakan ujung tombak dalam keberhasilan mengelola, merawat, melestaarikan, dan menyelamatkan  arsip dinamis sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Hal itu disampaikan Ibu Tutik Iriyanti, SH. Msi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada Pembukaan Pembinaan Kearsipan bagi Pengelola Arsip OPD, Dalam mengelola arsip harus berpedoman pada 4 (empat) pilar kearsipan yaitu Tata Naskah Dinas, Pola Klasifikasi Kearsipan, Jadwal Retensi Arsip dan Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis.

Selaku ketua penyelenggara, Ketua Bidang Kearsipan menyampaikan bahwa Kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tribulanan ini diikuti oleh 54 (lima puluh empat) Petugas pengelola arsip OPD  seluruh Kabupaten Pekalongan bertempat di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan pada hari selasa, 25 Juni 2019.

Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (SKKAD) menjadi materi pada pembinaan kali ini yang disampaikan oleh Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan. Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pedoman Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses arsip dinamis. Di dalam Peraturan Bupati tersebut diatur tentang sejauhmana pihak-pihak yang berhak untuk mengakses arsip dinamis dan mekanisme sistem pengamanannya sesuai dengan derajat keamannya.

Adapun maksudnya adalah memberikan petunjuk kepada unit-unit kerja agar dapat mengamankan dan mematuhi kewenangan akses terhadap klasifikasi informasi arsip yang telah ditetapkan; melindungi fisik dan informasi arsip dinamis dari penyalahgunaan dan kepentingan yang tidak sah sehingga ketersediaan, keterbacaan, keutuhan, otentisitas dan realibilitas arsip dapat tetap terjaga; dan mendorong unit-unit kerja agar memberkaskan arsip dinamis unit kerjanya secara tertib yang disertai dengan daftar arsip aktifnya.

Sedangkan tujuannya adalah menjadi acuan pelaksanaan dalam pengelolaan arsip dinamis di lingkungan arsip Daerah; menyediakan layanan informasi arsip dinamis kepada publik dengan prinsip cepat, tepat, murah, dan aman; tersedianya informasi arsip daerah yang dikategorikan terbuka dan dapat diakses seluas-luasnya bagi publik sesuai dengan lampiran klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis; dan terjaminnya keamanan arsip bagi informasi yang dikecualikan sehingga menciptakan rasa nyaman dalam bekerja.

Dalam pembinaan tersebut 3 (tiga) perwakilan OPD juga menyampaikan pemaparan terkait dengan pengelolaan arsip dan permasalahan yang dialami. Sehingga dapat saling sharing pengalaman dicari solusi pemecahan masalahnya. OPD yang berkesempatan menya mpaikan paparan adalah dari BKD dan Diklat, RSUD Kajen dan Dinas Pendidikan.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close