Berita

WEBINAR “Startegi Penguatan Literasi Informasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan”

Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah akan menyelenggarakan webinar dengan tema “Startegi Penguatan Literasi Informasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan” pada Rabu, 26 Agustus 2020 pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Webinar berlangsung melalui aplikasi telekonferensi zoom dengan kuota peserta mencapai 1.000 orang. Webinar fokus pada pembahasan isu literasi dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi di masa pandemi untuk meningkatkan Kesejahteraan.

Tingkat literasi menentukan kemampuan masyarakat untuk mengidentifikasi, memahami, dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh untuk ditransformasikan ke dalam kegiatan-kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Aspirasi dari beragam kalangan, baik dari birokrasi, akademisi, dan pegiat literasi, dibutuhkan sebagai masukan dalam perumusan arah kebijakan peningkatan literasi untuk mendukung kenormalan baru perpustakaan dan pemulihan sosial-ekonomi di masa pandemi. Literasi memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan daya saing bangsa. Dalam RPJMN 2020-2024 pembangunan SDM ditempuh melalui 3 (tiga) pilar utama, yaitu: pertama, meningkatkan kualitas layanan dasar dan perlindungan sosial; kedua, meningkatkan produktivitas; dan ketiga, pembangunan karakter melalui revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, moderasi beragama, serta budaya literasi, inovasi, dan kreativitas.

RPJMN 2020-2024 menempatkan literasi sejajar dengan inovasi dan kreativitas sebagai salah satu pilar penting untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju dan berdaya saing. Untuk itu literasi, inovasi dan kreativitas perlu terus dikembangkan di berbagai bidang pembangunan. Upaya penguatan literasi terus dilakukan pemerintah, antara lain: pertama, kebijakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan partisipasi dan pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan berbasis literasi; dan kedua, kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan umum provinsi dan kabupaten-kota; ketiga, mendorong pemanfaatan dana desa untuk pengembangan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat sebagai pusat pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat; dan keempat, perluasan kegiatan pembudayaan gemar membaca di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dengan melibatkan para pegiat literasi di daerah.

Reportase: Humas Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close