Admin
Rabu, 5 Agustus 2026
Kabupaten Pekalongan turut mengambil peran dalam pengajuan khazanah “Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023” pada program Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, tiga kekayaan arsip batik menjadi bagian dari khazanah yang diusulkan, yaitu arsip Batik Tobal, arsip Batik Pesisir H. Ahmat Failasuf, dan arsip Batik Gan. Ketiga arsip tersebut merekam perjalanan batik Pekalongan dari berbagai sisi, mulai dari proses produksi, pengembangan motif, aktivitas perdagangan, pengetahuan pewarnaan, hingga peran batik dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Arsip Batik Tobal memperlihatkan jejak rantai nilai batik, mulai dari proses produksi hingga bukti aktivitas penjualan yang menjangkau berbagai wilayah di Nusantara bahkan hingga luar negeri. Sementara itu, arsip Batik Gan Generasi II periode 1900–1957 menghadirkan sketsa motif batik atau klowongan yang menjadi salah satu kekuatan dalam nominasi karena merekam perkembangan dan proses kreatif pengembangan motif batik Pekalongan. Kekuatan tersebut semakin dilengkapi dengan arsip formula pewarnaan batik Pekalongan yang memuat pengetahuan produksi batik. Arsip ini memiliki nilai khusus karena formula pewarnaan merupakan bagian dari pengetahuan yang selama ini menjadi “rahasia dapur” para pengusaha batik dan tidak selalu terbuka untuk dipublikasikan.
Sementara itu, arsip Batik Pesisir H. Ahmat Failasuf memperlihatkan sisi lain perjalanan batik melalui dokumentasi foto budaya penggunaan batik dalam berbagai kegiatan dan momentum nasional. Arsip tersebut menunjukkan bahwa batik tidak hanya berkembang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia.
Keberagaman arsip tersebut menjadi kekuatan Kabupaten Pekalongan dalam pengusulan khazanah batik sebagai Memori Kolektif Bangsa. Arsip yang dimiliki tidak hanya merekam sejarah produksi dan perdagangan, tetapi juga menggambarkan warisan budaya Indonesia dari perspektif yang beragam, mulai dari proses produksi, pengetahuan membatik, jaringan perdagangan, hingga budaya pemakaian batik.
Pengajuan ini merupakan joint nomination lintas daerah dan lintas komunitas yang menghimpun berbagai khazanah arsip batik dari sejumlah wilayah. Selain Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, nominasi bersama ini melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kota Yogyakarta, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banyumas, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Batang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Kota Pekalongan, Museum Batik Tiga Negeri, Yayasan Lasem Heritage, Rumah Arsip Banjoemas, Yayasan Haji Bilal, Batik Afif Syakur, Museum Batik Gan, Batik Pesisir H. Ahmat Failasuf, Batik Bulan Kota Pekalongan, dan Batik Tobal Pekalongan.
Kolaborasi lintas daerah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan batik Indonesia memiliki rekam sejarah yang luas dan beragam. Arsip tekstual, foto, sketsa, pola batik, dokumen perdagangan, hingga arsip keluarga dan komunitas menjadi bukti bahwa batik tidak hanya memiliki nilai sebagai hasil karya budaya, tetapi juga merekam aktivitas ekonomi, sosial, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat dari masa ke masa.
Keberadaan arsip batik Pekalongan dalam nominasi bersama ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian arsip sekaligus memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang dapat dilihat dari berbagai perspektif. Arsip tersebut tidak hanya menjadi rekaman masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan yang memperkuat identitas dan memori kolektif bangsa.
Program Memori Kolektif Bangsa (MKB) merupakan inisiatif Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mengidentifikasi, melestarikan, dan mempromosikan arsip yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan identitas bangsa Indonesia, sejalan dengan semangat Memory of the World UNESCO.