Selasa, 6 Oktober 2025 bertempat di Gedung Depot Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Kegiatan Evaluasi Kearsipan Tahun 2025 terhadap Pelaksanaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana aplikasi berjalan dan dimanfaatkan, untuk mengidentifikasi masalah, meningkatkan kulitas aplikasi dan mewujudkan tata kelola arsip digital.
Kegiatan dihadiri oleh 45 Organisasi Perangkat daerah dan 3 BLUD Rumah Sakit. Dalam Acara yang dibuka Bapak Drs. Sugino, S.STP., M.Si selaku Plt. Kepala Dinas ARPUS Kabupaten Pekalongan, disampaikan bahwa Aplikasi SRIKANDI ini bertujuan untuk percepatan layanan, memperkuat SPBE dan mengurangi penggunaan kertas. Dalam rangka menuju Pemerintahan Digital perlu adanya komitmen bersama dari setiap unsur steakholder dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kegiatan ini sekaligus diserahkan 3 Peraturan Bupati Pekalongan yang menjadi pedoman dasar Pilar Kearsipan meliputi Kode Kearsipan Arsip, PedomanSistem Klasifikasi Keamanan dan akses Arsip Dinamis (SKKAD) dan Jadwal Retensi Arsip (JRA) Pemerintah Daerah.
Senin, 6 Oktober 2025
Hari Jumat tanggal 19 september 2025 Dinas Arpus yang diwakili Ibu Rini Sugiyarsih, SE selaku Kepala Bidang Perpustakaan menerima Inspektorat Perpustakaan Nasional RI yang di pimpin oleh Bapak M. Safei, S.Kom. Yang akan melakukan uji petik pemeriksaan bantuan bahan bacaan bermutu tahun 2024 di Kabupaten Pekalongan. Uji petik pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui bantuan bahan bacaan bermutu yang telah diterima oleh perpustakaan desa/ taman bacaan masyarakat telah benar diterima dan telah dimanfaatkan untuk masyarakat. Adapun 6 perpustakaan desa yg diuji petik adalah perpustakaan desa wonopringgo kecamatan wonopringgo, perpustakaan desa ketitang kidul dan desa duwet kecamatan bojong, perpustakaan desa watugajah dan desa podosari kecamatan kesesi dan perpustakaan desa sabarwangi kecamatan kajen.
Jumat, 19 September 2025
Buku karya penulis lokal Kabupaten Pekalongan Dewanto Sadono Amin yang berjudul Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya memukau puluhan peserta bedah buku yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 17 September 2025. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara yang telah lama ditunggu kehadirannya di Kabupaten Pekalongan. Penulis yang telah lama malang melintang di dunia penulisan ini telah memenangkan banyak penghargaan kepenulisan bahkan karyanya yang berjudul Manusia Laron akan difilmkan oleh Falcon Film. Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya mengajak peserta berlayar dalam lautan imajinasi, apakah tenggelamnya Pulau Simonet di Kecamatan Wonokerto murni semata-mata karena penurunan tanah atau memang betul terkena kutukan Dewi Lanjar?
Rabu, 17 September 2025
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Bintek Literasi Informasi bagi Perpustakaan Desa/Taman Bacaan Masyarakat/Perpustakaan Rumah Ibadah yang telah menerima bantuan 1.000 Bahan Bacaan Bermutu dari Perpustakaan nasional RI tahun 2024 dan 2025.
Bintek dibuka oleh Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan Ibu Dr. Galuh Kirana Sukirman dan dalam sambutannya beliau mengatakan pentingnya bijak dan kritis dalam menyaring informasi.
Bintek ini juga menghadirkan Narasumber Fasilitator Perpusnas RI Kursin, S.sos, MM serta Narasumber M. Burhan Praktisi Literasi Digital, Yoga Rifai Hamzah ketua FTBM Kab. Pekalongan dan Achyar Pegiat Literasi. Berbagai materi menarik yg disampaikan narasumber diharapkan bisa menginspirasi peserta Bintek agar semakin terdepan dalam kegiatan literasi dan tidak lupa untuk selalu saring sebelum sharing.
Sabtu, 13 September 2025
Yuk kunjungi pameran virtual kearsipan & perpustakaan yang diikuti oleh Arsip Nasional, Perpustakaan Nasional, dan 35 lembaga kearsipan se-Jawa Tengah!
Jangan lupa kunjungi galeri Virtual Kabupaten Pekalongan ya, dengan cara klik/pilih logo Kabupaten Pekalongan
Tanggal 09 – 19 September 2025
Akses di
Temukan:
📜 Arsip sejarah, budaya, & pembangunan daerah
🖼 Koleksi foto, video, dan dokumen digital
⭐ Arsip tokoh & peristiwa penting
💡 Inovasi dan layanan kearsipan
💻 Cukup dari rumah, Anda bisa menjelajah sejarah dan literasi Jawa Tengah!
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan merupakan Lembaga Kearsipan Daerah yang mempunyai tugas antara lain pelaksanaan kebijakan, pengawasan, penyelamatan dan pelestarian arsip. Arsip Koperasi Batik Pekajangan merupakan salah satu kahsanah arsip milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan yang memiliki sejarah terkait perkoperasian dan merupakan koperasi generasi pertama di Indonesia yang masuk nominasi sebagai memori kolektif bangsa.
Secara historis, buku 20 Tahun Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) mencatat bahwa koperasi batik bumiputra merupakan bagian dari arus perjuangan ekonomi nasional pada masa kolonial, di tengah ketidakadilan struktural perdagangan yang lebih menguntungkan saudagar China dan Arab bermodal besar. Perlawanan pengusaha batik bumiputra terhadap sistem yang diskriminatif ini diwujudkan melalui pembentukan organisasi kolektif. Pada tahun 1937, didirikan Koperasi Persatuan Perusahaan Batik (P.B.B) Pekajangan dan berbadan hukum dengan nama Cooperatie Boemipoetra Keperloean Peroesahaan Batik “ Persatoean Batikkerij” yang disahkan oleh Inspecteur voor de Cooperatie di Batavia tanggal 2 Maret 1940 No. 660.
Koperasi ini muncul atas dorongan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan industri batik nasional. Tujuan utamanya adalah mengatasi kondisi ekonomi yang timpang dengan membentuk sistem kerja sama yang sesuai dengan kondisi dan aspirasi pengusaha batik saat itu, yaitu dengan strategi bertahap: pertama, membeli cambric langsung dari importir (Cambrics Covenant); kedua, mengimpor sendiri; dan ketiga, memproduksi cambric dalam negeri.
Secara historis, periodisasi perkembangan Koperasi Batik Pekajangan dapat dibagi sebagai berikut:
1937–1942: Masa pembentukan koperasi, ketika para pengusaha batik bumiputra mendirikan koperasi untuk mendapatkan akses langsung ke bahan baku, sebagai upaya melawan dominasi pedagang non-pribumi.
Selasa, 19 Agustus 2025
Sabtu, 16 Agustus 2025
Jumat, 15 Agustus 2025
Senin, 8 September 2025
1943–1945: Masa pendudukan Jepang, di mana aktivitas ekonomi termasuk industri batik mengalami kemunduran tajam dan hampir berhenti.
1945–1948: Masa regresi militer Belanda I, dimana koperasi sempat mati suri, simpanan dibagikan, dan aktivitasnya berhenti.
1949–1950: Masa pemulihan awal, saat daerah Pekalongan menjadi pusat distribusi bahan baku batik melalui dukungan pemerintah federal, mendorong tumbuhnya kembali industri batik.
1951–1960: Masa pertumbuhan dan industrialisasi, ditandai dengan berdirinya pabrik-pabrik seperti pabrik kaos dan tekstil milik koperasi, serta perluasan usaha hingga sektor ritel dan bahan bakar.
1961–1965: Masa kejayaan koperasi, dimana simpanan dan produksi mencapai titik tertinggi, sebagaimana tercermin dalam laporan tahunan koperasi. Produksi meningkat tajam, usaha koperasi meluas, dan peran koperasi menjadi sangat strategis dalam struktur ekonomi lokal.
1966–1975: Masa transisi dan krisis, seiring perubahan politik nasional, inflasi besar-besaran, dan kebijakan moneter baru. Meskipun anggota tetap bertahan, nilai simpanan koperasi sempat menurun.
1976-1981: Data menunjukkan koperasi masih mampu mempertahankan kegiatan usaha dengan jumlah anggota dan simpanan yang relatif stabil. Produksi tekstil tetap berjalan, namun tanpa ekspansi berarti.
Secara lebih detail mengenai Sejarah Koperasi Batik Pekajangan dapat disaksikan melalui Pameran Virtual Kearsipan dibawah ini. Selamat menyaksikan dan Terimakasih.
Pengunjung jangan lupa isi buku tamu dengan klik link dibawah ini :
Jumat, 29 Agustus 2025